“Fasilitasnya sangat siap, mulai dari gedung utama, gudang penyimpanan barang yang layak, gerai usaha, hingga perlengkapan operasional. Koperasi bisa langsung bertransaksi melayani warga sejak hari pertama,” ujar Letkol Czi M. Invan Ibrahim.
Ia juga menjelaskan bahwa gedung koperasi dirancang multifungsi agar dapat dimanfaatkan untuk berbagai kegiatan masyarakat.
“Bahkan gedung ini nantinya bisa dimanfaatkan untuk kegiatan masyarakat atau disewakan untuk resepsi pernikahan. Ini tentu akan menjadi sumber income tambahan yang menguntungkan bagi Koperasi Desa,” tambahnya.
Pemda Tasikmalaya Dukung Pengembangan KDKMP
Dukungan terhadap program Koperasi Merah Putih Tasikmalaya juga datang dari Pemerintah Kabupaten Tasikmalaya. Wakil Bupati Tasikmalaya, Asep Sopari Al Ayubi, menyebut pihaknya telah menyiapkan dukungan lahan untuk pembangunan koperasi di sejumlah titik.
“Kami sudah menyiapkan dukungan untuk 17 titik lahan KDMP, di mana 10 titik di antaranya saat ini sudah masuk dalam proses pembangunan,” jelas Asep.
Menurutnya, keberadaan program strategis nasional seperti KDKMP dan Satuan Pelayanan Pemenuhan Gizi (SPPG) mampu memberikan dampak positif terhadap pertumbuhan ekonomi daerah.
“Sejatinya, koperasi ini adalah milik masyarakat dan anggota, bukan milik pemerintah. KDKMP ini akan menjadi solusi konkret untuk memotong kerumitan jalur distribusi barang pokok yang dibutuhkan warga, sekaligus menjadi mesin pendongkrak ekonomi di akar rumput,” tegasnya.
Tasikmalaya Punya Sejarah Koperasi Indonesia
Tasikmalaya juga memiliki sejarah penting dalam perkembangan koperasi nasional. Kongres Koperasi Indonesia pertama diketahui digelar di Tasikmalaya pada 12 Juli 1947.
Dari kongres tersebut lahir Hari Koperasi Indonesia sekaligus organisasi koperasi nasional bernama Sentral Organisasi Koperasi Rakyat Indonesia (SOKRI).




















