Keterbatasan dana Bantuan Operasional Sekolah atau BOS membuat pihak sekolah tidak dapat menggunakan anggaran tersebut secara leluasa untuk menangani kerusakan gedung dalam skala besar.
Selain persoalan kondisi bangunan, sekolah juga menghadapi keterbatasan lahan yang dapat digunakan untuk kegiatan upacara maupun aktivitas olahraga siswa.
Situasi tersebut membuat kebutuhan terhadap penataan dan perbaikan fasilitas sekolah semakin mendesak.
Sekolah Tempuh Upaya Swadaya
Di tengah keterbatasan yang ada, pihak sekolah tidak tinggal diam. Dewan guru bersama komite sekolah dan orang tua murid telah melakukan musyawarah untuk mencari solusi terhadap berbagai persoalan fasilitas yang dihadapi.
Langkah tersebut menjadi bentuk upaya bersama agar kegiatan pendidikan tetap dapat berjalan dengan sebaik mungkin sembari menunggu adanya bantuan rehabilitasi dari pemerintah.
Meski demikian, kemampuan swadaya sekolah tentu memiliki keterbatasan. Karena itu, dukungan pemerintah tetap sangat dibutuhkan untuk menangani kerusakan bangunan yang membutuhkan biaya besar.

Rehabilitasi SDN 3 Setiamulya Diharapkan Segera Direalisasikan
Pihak SDN 3 Setiamulya berharap pemerintah segera memberikan kejelasan mengenai pengajuan rehabilitasi SDN 3 Setiamulya yang telah disampaikan sejak 2024.
Kepastian tersebut dinilai penting karena kondisi bangunan berkaitan langsung dengan keamanan dan kenyamanan siswa serta tenaga pendidik selama proses pembelajaran berlangsung.
Pihak sekolah berharap Kementerian Pendidikan maupun Dinas Pendidikan terkait dapat segera memberikan respons dan langkah nyata terhadap kondisi tersebut.
Dengan adanya rehabilitasi, ruang belajar yang lebih aman dan layak diharapkan dapat segera tersedia sehingga proses pendidikan bagi para siswa SDN 3 Setiamulya dapat berlangsung secara lebih nyaman.















