SALIRA TV | KOTA TASIKMALAYA, JAWA BARAT — Kondisi bangunan menjadi persoalan serius di SDN 3 Setiamulya, Kota Tasikmalaya. Sekitar 90 persen gedung sekolah dilaporkan mengalami kerusakan dan dinilai tidak lagi layak untuk menunjang kegiatan belajar mengajar.
Informasi tersebut disampaikan dalam liputan yang berlangsung pada Jumat, 21 Agustus 2026. Pihak sekolah hingga kini masih menunggu kepastian terkait rehabilitasi SDN 3 Setiamulya yang telah diajukan sejak 2024.
Pengajuan Rehabilitasi Belum Mendapat Kepastian
Kepala SDN 3 Setiamulya, Dadang Ruhiat, S.Pd., mengatakan pihak sekolah telah mengusulkan renovasi atau rehabilitasi bangunan sejak dua tahun lalu.
Namun, sampai saat ini pengajuan tersebut belum mendapatkan kepastian mengenai waktu pelaksanaan maupun realisasi bantuan.
Menurut pihak sekolah, koordinasi terkait rencana bantuan juga telah dilakukan melalui pertemuan secara daring. Bahkan, komunikasi melalui Zoom telah diikuti sejak awal 2026 sebagai bagian dari proses persiapan program rehabilitasi.
Sekolah Masih Menunggu Tindak Lanjut
Dalam proses koordinasi tersebut, pihak kementerian sempat menyampaikan bahwa persiapan bantuan diperkirakan berlangsung sekitar Mei 2026.
Akan tetapi, perkembangan yang diharapkan belum diterima oleh SDN 3 Setiamulya. Sementara itu, sejumlah sekolah lain disebut telah mulai memasuki tahapan awal pelaksanaan program.
Dadang menjelaskan kondisi bangunan sekolah juga telah tercatat dalam sistem pendataan pendidikan.
“Kalau melihat di Dapodik memang sudah ada keterangan siap-siap, karena hampir 90 persen bangunan sekolah kami itu tidak layak,” ujar Dadang saat ditemui di lokasi, Jumat (21/8).

Keterbatasan Anggaran Menjadi Kendala
Kondisi bangunan yang membutuhkan perhatian tersebut tidak mudah ditangani hanya dengan mengandalkan anggaran operasional sekolah.















