Bupati juga menegaskan agar kendaraan bantuan tersebut tidak diperjualbelikan, digadaikan, maupun diberikan kepada pihak lain.
“Jangan dijual, jangan digadaikan dan jangan dipindahtangankan. Betul-betul diperhatikan sehingga bisa membantu kehidupan bapak-bapak semua,” tegasnya.
Ia selanjutnya mendorong para pengemudi memanfaatkan becak listrik sebagai sarana untuk mengembangkan usaha. Dengan kendaraan yang lebih mudah digunakan, aktivitas mencari penumpang diharapkan dapat dilakukan secara lebih optimal.
Becak Listrik Ciamis Diharapkan Tingkatkan Ekonomi Keluarga
Sementara itu, perwakilan Yayasan Gerakan Solidaritas Nasional, Mayjen TNI (Purn.) Firman Dahlan, menjelaskan bahwa penyaluran becak listrik tersebut merupakan bagian dari program bantuan Presiden yang dilaksanakan di sejumlah daerah di Indonesia.
Firman mengatakan, gagasan mengenai bantuan tersebut telah direncanakan sebelum Prabowo Subianto menjabat sebagai Presiden. Program tersebut ditujukan sebagai bentuk perhatian kepada masyarakat lanjut usia yang masih bekerja untuk memenuhi kebutuhan hidup.
Menurutnya, kepedulian terhadap masyarakat dapat diwujudkan melalui berbagai bentuk. Salah satunya adalah memberikan bantuan yang manfaatnya dapat dirasakan secara langsung oleh penerima.
Dengan adanya bantuan tersebut, para pengemudi becak di Ciamis diharapkan dapat bekerja dengan beban fisik yang lebih ringan. Pada saat yang sama, kesempatan untuk meningkatkan produktivitas dan pendapatan juga diharapkan semakin terbuka.
Sebanyak 160 unit becak listrik yang disalurkan di Ciamis diharapkan bukan hanya membantu aktivitas para pengemudi, tetapi juga memberikan dampak terhadap kondisi ekonomi keluarga.
Dengan pemanfaatan yang tepat dan perawatan yang baik, Becak Listrik Ciamis diharapkan menjadi sarana produktif yang dapat mendukung penghidupan para penerima dalam jangka panjang.















