SALIRA TV | INDONESIA — Kepolisian Republik Indonesia (Polri) memiliki sistem kepangkatan yang terstruktur dengan rapi, mulai dari jenjang terendah hingga tertinggi. Struktur ini menjadi acuan dalam penempatan tugas, tanggung jawab, dan jenjang karier setiap anggota Polri.
Secara umum, pangkat di Polri terbagi menjadi enam kelompok besar: Tamtama, Bintara, Bintara Tinggi, Perwira Pertama, Perwira Menengah, dan Perwira Tinggi. Setiap tingkatan memiliki nama, lambang, dan kedudukan yang berbeda, serta memiliki padanan setara dalam struktur militer TNI.
1. Tamtama
Kelompok ini merupakan jenjang awal bagi anggota Polri. Terdiri dari:
- Bharada (Bhayangkara Dua) — setara Prajurit Dua (Prada) di TNI
- Bharatu (Bhayangkara Satu) — setara Prajurit Satu (Pratu)
- Bharaka (Bhayangkara Kepala) — setara Prajurit Kepala (Praka)
Tamtama umumnya bertugas di lapangan sebagai pelaksana tugas kepolisian yang bersifat teknis dan operasional.
2. Bintara
Jenjang ini merupakan tulang punggung operasional kepolisian, dengan peran langsung dalam pelayanan kepada masyarakat. Pangkatnya meliputi:
- Bripda (Brigadir Polisi Dua) — setara Kopral Dua (Kopda)
- Briptu (Brigadir Polisi Satu) — setara Kopral Satu (Koptu)
- Brigpol (Brigadir Polisi) — setara Kopral Kepala (Kopka)
- Bripka (Brigadir Polisi Kepala) — setara Sersan Dua (Serda)
Bintara banyak bertugas sebagai petugas patroli, penyidik pembantu, serta pelaksana fungsi teknis kepolisian lainnya.
3. Bintara Tinggi
Berada satu tingkat di atas Bintara, kelompok ini bertugas sebagai penghubung antara Bintara dengan Perwira Pertama. Pangkatnya terdiri dari:
- Aipda (Ajun Inspektur Polisi Dua) — setara Sersan Satu (Sertu)
- Aiptu (Ajun Inspektur Polisi Satu) — setara Sersan Kepala (Serka)
Mereka umumnya memiliki pengalaman panjang di lapangan dan kerap menjadi pengendali teknis dalam tim.
4. Perwira Pertama (Pama)
Kelompok ini berisi perwira yang mulai memegang jabatan strategis di tingkat lapangan hingga sektor. Pangkatnya meliputi:
- Ipda (Inspektur Polisi Dua) — setara Letnan Dua (Letda)
- Iptu (Inspektur Polisi Satu) — setara Letnan Satu (Lettu)
- AKP (Ajun Komisaris Polisi) — setara Kapten
Perwira Pertama biasanya menjabat sebagai kepala unit, kepala pos polisi, atau perwira pengendali di lapangan.
5. Perwira Menengah (Pamen)
Kelompok ini berperan dalam pengambilan keputusan strategis di tingkat wilayah dan satuan besar. Pangkatnya adalah:
- Kompol (Komisaris Polisi) — setara Mayor
- AKBP (Ajun Komisaris Besar Polisi) — setara Letnan Kolonel (Letkol)
- Kombes Pol (Komisaris Besar Polisi) — setara Kolonel
Pamen banyak menempati posisi sebagai kapolres, wakapolres, hingga kepala bagian di tingkat polda.
6. Perwira Tinggi (Pati)
Jenjang tertinggi dalam karier kepolisian, berperan dalam pengambilan kebijakan nasional dan memimpin organisasi Polri secara keseluruhan. Pangkatnya meliputi:
- Brigjen Pol (Brigadir Jenderal Polisi) — setara Brigadir Jenderal (Brigjen)
- Irjen Pol (Inspektur Jenderal Polisi) — setara Mayor Jenderal (Mayjen)
- Komjen Pol (Komisaris Jenderal Polisi) — setara Letnan Jenderal (Letjen)
- Jenderal Polisi — setara Jenderal, yang biasanya dijabat oleh Kapolri
Pemahaman terhadap urutan pangkat ini penting, bukan hanya bagi anggota Polri, tetapi juga bagi masyarakat. Selain membantu mengenali jabatan seorang polisi dari tanda pangkat yang dikenakan, pengetahuan ini juga memberikan gambaran tentang struktur organisasi Polri dan pembagian tugas di dalamnya.
Dengan hierarki yang jelas, Polri dapat bekerja secara terstruktur dalam menjaga keamanan, menegakkan hukum, serta melindungi dan mengayomi masyarakat di seluruh wilayah Indonesia.
Tim Mawar Salira TV













