DARI REDAKSI
SALIRA TV MEMBUKA KERJA SAMA KONTRIBUTOR BERITA ADVERTORIAL – PELUANG MENJADI WARTAWAN FREELANCE “MEREKAM INDONESIA”. UNTUK INFORMASI LEBIH LENGKAP, HUBUNGI WHATSAPP CENTER SALIRA TV DI 0838-9640-3437.

Gerakan Ayah Ambil Rapor di Ciamis Tersendat, Ayah Sibuk Cari Nafkah

SALIRA TV | KAB. CIAMIS – Upaya Pemerintah Kabupaten Ciamis untuk meningkatkan keterlibatan ayah dalam pendidikan anak kembali diuji oleh kondisi lapangan. Pada momen pembagian rapor semester ganjil di MTsN 9 Ciamis, Kamis, 18 Desember 2025, kehadiran para ayah masih jauh dari harapan yang dicanangkan pemerintah daerah.

Berdasarkan pantauan di lokasi, hampir seluruh kursi undangan diisi oleh para ibu. Persentase kehadiran wali murid perempuan diperkirakan mencapai lebih dari 95 persen, sementara jumlah ayah yang hadir hanya dapat dihitung dengan jari. Kondisi ini kontras dengan semangat “Gerakan Ayah Mengambil Rapor ke Sekolah” yang tengah digalakkan oleh Bupati Ciamis, Herdiat Sunarya.

Gerakan tersebut merupakan bagian dari upaya menekan angka minimnya peran ayah dalam pengasuhan dan pendidikan anak, atau fenomena fatherless, yang di Jawa Barat tercatat mencapai 29,5 persen. Pemerintah berharap kehadiran langsung ayah di sekolah dapat memperkuat ikatan emosional serta meningkatkan motivasi belajar siswa.

Namun, realitas sosial-ekonomi masyarakat menjadi tantangan tersendiri. Meski Surat Edaran Bupati memberikan dispensasi keterlambatan bagi ayah yang bekerja di instansi formal, kebijakan tersebut belum sepenuhnya menjangkau pekerja sektor informal yang menggantungkan penghasilan dari upah harian.

Ujang Sumantri, wali murid kelas 7A, mengaku berada dalam posisi serba sulit. Sebagai buruh harian lepas, meninggalkan pekerjaan berarti kehilangan pendapatan untuk kebutuhan keluarga.

“Secara niat saya ingin hadir, tapi pekerjaan saya buruh harian. Hari ini kalau saya tidak bekerja, dapur bisa tidak ngebul. Surat edaran itu bagus, tapi kondisi kami di lapangan berbeda,” ungkap Ujang saat ditemui di sela kegiatan sekolah.

Suasana halaman MTsN 9 Ciamis pada hari itu pun tampak didominasi ibu-ibu dengan busana rapi. Spanduk kegiatan sekolah menjadi latar kerumunan wali murid, sementara kehadiran kaum ayah terlihat sangat minim. Sejumlah ibu menyampaikan bahwa suami mereka tidak dapat meninggalkan pekerjaan, baik karena sedang bekerja di luar kota, di sawah, maupun di sektor lain yang menuntut kehadiran penuh.

Padahal, melalui Surat Edaran Nomor: 100.3.4.2/1.905/Dppkbpppa/2025, pemerintah daerah menargetkan tiga tujuan utama, yakni mempererat hubungan emosional ayah dan anak, meningkatkan semangat belajar siswa, serta membuka komunikasi langsung antara ayah dan pihak sekolah.

Fenomena di MTsN 9 Ciamis menjadi gambaran bahwa kebijakan sosial membutuhkan pendekatan yang lebih adaptif terhadap kondisi ekonomi masyarakat. Tanpa skema yang fleksibel bagi pekerja non-formal, gerakan tersebut berpotensi hanya efektif bagi kalangan pekerja kantoran.

Meski demikian, proses pembagian rapor di MTsN 9 Ciamis tetap berjalan tertib dan lancar. Hanya saja, target peningkatan kehadiran ayah sebagaimana diharapkan pemerintah daerah masih belum tercapai secara optimal.

Kontributor/Wartawan: Heri Heryanto

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *