DARI REDAKSI
SALIRA TV MEMBUKA KERJA SAMA KONTRIBUTOR BERITA ADVERTORIAL – PELUANG MENJADI WARTAWAN FREELANCE “MEREKAM INDONESIA”. UNTUK INFORMASI LEBIH LENGKAP, HUBUNGI WHATSAPP CENTER SALIRA TV DI 0838-9640-3437.

Nasib Pekerja Terancam, Kedai Durian Kujang Cikoneng Hadapi Ketidakpastian

SALIRA TV | KAB. CIAMIS – Awan kekhawatiran menyelimuti kawasan Cikoneng, Kabupaten Ciamis. Ketidakpastian masa depan Kedai Durian Kujang, yang berlokasi di Jalan Raya Cikoneng, kini menjadi keresahan tersendiri bagi para pekerja yang menggantungkan hidupnya di tempat tersebut. Kekhawatiran itu mencuat seiring isu tidak diperpanjangnya izin sewa lahan operasional kedai, yang berpotensi menghentikan seluruh aktivitas usaha. Kondisi ini mencuat pada liputan Rabu, 31 Desember 2025.

Di balik aroma khas durian yang selama ini menjadi daya tarik, tersimpan kegelisahan mendalam dari para pekerja. Salah satunya adalah Predi, pelayan senior yang telah bertahun-tahun mengabdikan diri di Kedai Durian Kujang. Dengan suara lirih dan raut wajah penuh kecemasan, ia mengungkapkan kebingungannya apabila tempat ia bekerja harus berhenti beroperasi.

Menurut Predi, kemampuan yang ia miliki selama ini hanya berfokus pada pekerjaan di bidang penjualan durian. Kedai tersebut bukan sekadar tempat bekerja, melainkan tumpuan hidup yang memberinya penghasilan untuk memenuhi kebutuhan sehari-hari. Ia berharap ada kebijakan yang mempertimbangkan nasib para pekerja, termasuk kemungkinan kompensasi atau perpanjangan masa sewa agar usaha tetap berjalan.

Dampak ketidakpastian ini tidak hanya dirasakan oleh para pelayan, tetapi juga oleh sektor pendukung lainnya. Saeful, juru parkir yang merupakan warga asli lingkungan setempat, mengaku sangat keberatan apabila lokasi tersebut dialihfungsikan tanpa memperhatikan kondisi masyarakat sekitar. Selama ini, penghasilan dari jasa parkir menjadi salah satu sumber utama untuk menghidupi keluarganya.

Saeful menuturkan bahwa meski pendapatan dari parkir tidak menentu setiap hari, hasil tersebut cukup membantu memenuhi kebutuhan pokok rumah tangga. Ia juga menjelaskan bahwa terdapat dua juru parkir yang berasal dari warga lokal RT 07 dan RT 05 yang sama-sama menggantungkan penghidupan dari keberadaan Kedai Durian Kujang.

Bagi para pekerja dan warga sekitar, persoalan ini tidak sekadar menyangkut izin usaha atau pemanfaatan lahan, melainkan berkaitan langsung dengan keberlangsungan hidup. Mereka berharap adanya kebijakan yang bijaksana serta solusi bersama yang tidak merugikan masyarakat kecil di tengah terbatasnya lapangan pekerjaan.

Hingga berita ini diturunkan, para pekerja masih menanti kejelasan dan keputusan dari pihak terkait. Harapan mereka sederhana, agar Kedai Durian Kujang tetap dapat beroperasi dan terus menjadi sumber penghidupan bagi warga lokal, bukan sekadar meninggalkan jejak kenangan pahit bagi mereka yang kehilangan pekerjaan.

Kontributor/Wartawan: Heri Heryanto

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *