SALIRA TV | KAB. CIAMIS – Informasi yang beredar mengenai kondisi Ibu Cicih, salah seorang warga Desa Nasol, Kecamatan Cikoneng, Kabupaten Ciamis, yang disebut-sebut kurang memperoleh perhatian dari pemerintah setempat, kini menjadi topik hangat di tengah masyarakat. Menyikapi ramainya perbincangan tersebut, Kepala Desa Nasol, Darisyanto, menyampaikan klarifikasi resmi guna menjelaskan fakta yang sebenarnya kepada publik. Liputan ini dilakukan pada hari Selasa, 06 Januari 2025, dan tanggal tersebut disampaikan kepada Sahabat sebagai bagian dari informasi pemberitaan.
Menurut penjelasan Kepala Desa, Ibu Cicih bersama suaminya, Bapak Aping, memang tercatat sebagai warga Dusun Cisukahurip, Desa Nasol. Ia menegaskan bahwa selama ini pemerintah desa telah melakukan berbagai langkah bantuan sesuai dengan kemampuan anggaran serta batas kewenangan yang dimiliki.
Darisyanto memaparkan bahwa salah satu bentuk perhatian nyata dari pemerintah desa adalah penyaluran Bantuan Langsung Tunai Dana Desa (BLT-DD) pada tahun 2025. Program tersebut diberikan sebagai upaya membantu memenuhi kebutuhan dasar keluarga yang tergolong memerlukan dukungan.
“Kami telah menyalurkan BLT-DD kepada yang bersangkutan pada tahun 2025. Apabila ke depan kondisinya masih membutuhkan, pemerintah desa berencana tetap memprioritaskan keluarga ini sebagai penerima manfaat, sepanjang dana desa masih memungkinkan,” ujar Darisyanto.
Selain bantuan finansial, pemerintah desa juga pernah meminjamkan tabung oksigen milik desa untuk keperluan perawatan anak Ibu Cicih bernama Siti Nurlela yang sedang mengalami sakit. Fasilitas tersebut dipinjamkan kurang lebih selama satu tahun sebagai bentuk kepedulian terhadap kebutuhan kesehatan warga.
Terkait kabar penarikan kembali tabung oksigen yang sempat beredar, Kepala Desa menjelaskan bahwa langkah tersebut dilakukan dalam situasi darurat. Pada waktu itu, ambulans desa harus menjemput pasien lain di Purwokerto yang sangat membutuhkan oksigen, sementara persediaan tabung oksigen di desa sedang kosong.
“Pengambilan tabung oksigen dari rumah Ibu Cicih murni karena keadaan mendesak demi menyelamatkan pasien lain yang juga warga Desa Nasol. Setelah kondisi kembali normal, fasilitas oksigen akan diatur ulang sesuai prioritas kebutuhan,” jelasnya lebih lanjut.
Berdasarkan data administrasi pemerintah desa, pada periode sekitar bulan Januari, Februari, dan Maret 2025, keluarga Ibu Cicih juga tercatat sebagai penerima bantuan beras yang bersumber dari program pemerintah pusat. Namun setelah periode tersebut, bantuan pangan belum kembali diterima, dan pihak desa tengah menelusuri penyebabnya agar dapat segera dicarikan solusi.
Melalui klarifikasi ini, Darisyanto berharap masyarakat dapat memahami bahwa pemerintah Desa Nasol senantiasa berupaya hadir bagi warganya. Ia juga menyampaikan komitmen untuk terus memantau perkembangan kondisi keluarga tersebut dan mengoordinasikan bantuan lain yang relevan di masa mendatang.
Kontributor/Wartawan: Heri Heryanto












