DARI REDAKSI
SALIRA TV MEMBUKA KERJA SAMA KONTRIBUTOR BERITA ADVERTORIAL – PELUANG MENJADI WARTAWAN FREELANCE “MEREKAM INDONESIA”. UNTUK INFORMASI LEBIH LENGKAP, HUBUNGI WHATSAPP CENTER SALIRA TV DI 0838-9640-3437.

Gerakan Hijau Memayu Hayuning Bawono Bangkitkan Harapan Pelestarian Gunung Sawal

SALIRA TV | KAB. CIAMIS – Ancaman krisis iklim yang semakin terasa mendorong lahirnya berbagai aksi nyata pelestarian lingkungan. Dari kaki Gunung Sawal, Kabupaten Ciamis, sebuah gerakan penghijauan bertajuk Memayu Hayuning Bawono hadir sebagai wujud kepedulian terhadap kelestarian alam dan keberlanjutan ekosistem.

Gerakan ini diinisiasi oleh Owner Durian Kujang Cikoneng, seorang pelaku usaha yang dikenal memiliki perhatian serius terhadap keseimbangan lingkungan. Tidak sebatas kegiatan simbolik, Memayu Hayuning Bawono menjadi langkah konkret untuk memulihkan fungsi ekologis Gunung Sawal sebagai salah satu penyangga kehidupan penting di wilayah Jawa Barat.

Nama Memayu Hayuning Bawono diambil dari nilai kearifan lokal yang bermakna menjaga dan memperindah keselamatan dunia. Filosofi tersebut menjadi dasar gerakan, yang memandang pelestarian alam sebagai tanggung jawab moral sekaligus sosial antara manusia dan lingkungannya.

Dalam kegiatan yang dilaksanakan di kawasan lereng Gunung Sawal pada (12/01/2026), Bunda Rini, istri Owner Durian Kujang, menyampaikan bahwa Gunung Sawal memiliki peran vital bagi kehidupan masyarakat sekitar.

“Gunung Sawal merupakan jantung bumi bagi masyarakat Ciamis. Ketika keseimbangannya terganggu, dampaknya akan terasa hingga ke bawah, mulai dari ketersediaan air, kesuburan tanah, hingga keberlangsungan pertanian warga,” ujarnya di sela kegiatan penghijauan.

Program yang dijalankan tidak hanya berfokus pada penanaman durian unggulan. Gerakan ini juga mencakup penanaman kembali pohon-pohon endemik yang mulai berkurang, perlindungan titik-titik sumber mata air, serta edukasi kepada petani lokal agar menerapkan pola tanam yang ramah lingkungan tanpa merusak kawasan hutan lindung.

Langkah mandiri ini menjadi perhatian publik karena menunjukkan bahwa pelaku usaha dan masyarakat dapat berperan aktif dalam menjaga alam tanpa bergantung sepenuhnya pada kebijakan birokrasi. Komitmen jangka panjang menjadi landasan utama agar hasil dari gerakan ini dapat dirasakan oleh generasi mendatang.

Melalui Memayu Hayuning Bawono, Gunung Sawal diharapkan tetap terjaga sebagai kawasan suaka margasatwa sekaligus paru-paru daerah. Gerakan ini juga diharapkan mampu menginspirasi komunitas lain untuk ikut mengambil peran dalam menjaga lingkungan.

Kini, Memayu Hayuning Bawono tidak hanya menjadi simbol penghijauan, tetapi juga representasi kesadaran kolektif dalam melawan degradasi lahan dan penggundulan hutan di Ciamis dan sekitarnya.

Kontributor/Wartawan: Heri Heryanto

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *