SALIRA TV | KAB. OGAN KOMERING ILIR, SUMATERA SELATAN – Sebuah rumah sederhana yang berdiri di bantaran Lebak Sungai Meranti, Desa Pedamaran 6, Dusun 5, Kabupaten Ogan Komering Ilir (OKI), mengalami kerusakan parah setelah dihantam angin kencang dan hujan deras pada 15 November 2025 malam. Bangunan yang bertiang dan berdinding papan seadanya itu nyaris roboh, khususnya pada bagian dapur yang ambruk dan menjadikan bagian tengah rumah miring.
Pemilik rumah, Ardani, menyampaikan bahwa ia bersama keluarganya kini terpaksa mengungsi ke sebuah bedeng tidak jauh dari lokasi kejadian. Ardani menuturkan bahwa peristiwa ini sudah ia laporkan kepada Pemerintah Desa Pedamaran 6, khususnya kepada Kepala Desa Makmun Murod, namun hingga tanggal 17 November 2025 belum ada tindak lanjut maupun bantuan yang ia terima.
Rumah tersebut dihuni oleh lima orang, dan kondisi ini dinilai semakin ironis karena Ardani mengaku telah berulang kali mengajukan permohonan bantuan perbaikan rumah kepada pemerintah desa—baik pada kepemimpinan kades terdahulu maupun kades yang sekarang—namun tidak pernah mendapatkan respons. Ia bahkan menyampaikan bahwa bantuan beras murah maupun bantuan sosial lainnya pun belum pernah ia terima, padahal lahan dan rumah tersebut merupakan milik pribadi.
Menanggapi persoalan pelayanan masyarakat, Bupati OKI, H. Muchendi Mahzareki, menegaskan bahwa seluruh jajaran pemerintahan, mulai dari perangkat daerah, camat, hingga kepala desa, harus bekerja dengan orientasi pada kepentingan rakyat. Ia menekankan bahwa pelayanan kepada warga tidak boleh dilakukan hanya dari balik meja, tetapi harus langsung turun memperhatikan kebutuhan masyarakat kecil.
Hingga berita ini diturunkan, upaya konfirmasi kepada Kepala Desa Pedamaran 6 melalui sambungan telepon masih belum berhasil dilakukan.
Dari Kabupaten Ogan Komering Ilir, Sumatera Selatan, wartawan Meifriandi melaporkan untuk Salira TV.












