DARI REDAKSI
SALIRA TV MEMBUKA KERJA SAMA KONTRIBUTOR BERITA ADVERTORIAL – PELUANG MENJADI WARTAWAN FREELANCE “MEREKAM INDONESIA”. UNTUK INFORMASI LEBIH LENGKAP, HUBUNGI WHATSAPP CENTER SALIRA TV DI 0838-9640-3437.

Keluhan Antrean Panjang di SPBU Karangnunggal Viral, Warga yang Protes Justru Diteror

SALIRA TV | KAB. TASIKMALAYA – Situasi antrean Bahan Bakar Minyak (BBM) di SPBU Karangnunggal, Kabupaten Tasikmalaya, kembali menjadi sorotan publik setelah keluhan warga viral di media sosial pada Kamis, 11 Desember 2025. Selain menimbulkan kemacetan berkepanjangan, muncul dugaan adanya praktik curang di lapangan yang memperparah kondisi.

Antrean 40 Menit yang Menghambat Aktivitas Warga

Salah satu warga, Andi Kuswandi (Andi Ralis), akhirnya memutuskan menyuarakan keluhannya kepada media usai mengunggah video kondisi antrean di akun Facebook dan TikTok miliknya. Ia menuturkan bahwa dirinya terpaksa mengantre karena bahan bakar kendaraannya hampir habis.

Dengan kondisi kesehatan yang mengharuskannya menghindari duduk terlalu lama, Andi menyebut ia harus menunggu hampir 40 menit hanya untuk mencapai dispenser BBM.

“Saya rutin menjalani terapi setiap minggu dan kerap harus disuntik anti-nyeri. Duduk lama sangat menyiksa kondisi saya,” ujar Andi. Ia menambahkan, antrean panjang yang sering menjalar hingga ke jalan raya menyebabkan pelajar maupun pekerja terlambat memulai aktivitas.

Dugaan Praktik Curang Ikut Memicu Kemacetan

Keluhan warga tidak hanya berkaitan dengan banyaknya kendaraan. Andi menyebut menerima sejumlah video dari warga lain yang memperlihatkan kendaraan yang sama kembali mengantre berulang kali. Pola ini memicu dugaan adanya praktik pembelian berulang yang melibatkan oknum tertentu, baik dari pihak pembeli maupun kemungkinan keterlibatan pegawai SPBU.

Praktik semacam itu disinyalir memperpanjang antrean dan membuat distribusi BBM menjadi tidak merata bagi masyarakat umum.

Ancaman Serius Usai Video Viral

Meski banyak warga mendukung langkah Andi dan menyampaikan pengalaman serupa, tidak sedikit pula respons negatif yang ia terima. Ancaman intimidasi mulai berdatangan melalui pesan pribadi media sosialnya.

Salah satu ancaman yang paling membuatnya khawatir adalah pesan dari akun anonim yang menyebut akan “menabrakkan mobil Fuso” kepadanya. Meskipun dikirim oleh akun palsu, ancaman tersebut menambah ketegangan dan menunjukkan bahwa persoalan antrean BBM ini telah merambah ke ranah keselamatan warga.

Minim Fasilitas SPBU untuk 70 Ribu Penduduk

Karangnunggal diketahui memiliki jumlah penduduk hampir 70.000 jiwa, sementara fasilitas SPBU yang tersedia masih terbatas. Kondisi ini memperbesar potensi antrean, terutama pada jam sibuk atau ketika terjadi lonjakan kebutuhan masyarakat.

Andi menegaskan bahwa unggahannya bukan untuk mencari sensasi, melainkan bentuk kepedulian terhadap keresahan warga. Ia berharap pemerintah dan pihak berwenang segera turun tangan menata distribusi BBM, memperkuat pengawasan, serta menindak tegas segala bentuk praktik curang maupun intimidasi terhadap warga yang menyampaikan kritik.

Hingga berita ini dipublikasikan, pihak SPBU Karangnunggal maupun Pertamina belum memberikan keterangan resmi terkait dugaan praktik curang tersebut. Sementara itu, aparat kepolisian diminta untuk menyelidiki ancaman yang diterima oleh Andi Kuswandi.

Kontributor/Wartawan: Heri Heryanto

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *