SALIRA TV | KAB. LANGKAT – Kondisi pondasi jembatan di Dusun III Sido Rukun, Desa Blangkahan, Kecamatan Kuala, Kabupaten Langkat, Sumatera Utara, kini berada dalam keadaan yang sangat memprihatinkan. Berdasarkan hasil liputan pada 29 Desember 2025, jembatan yang menjadi akses utama masyarakat tersebut terlihat miring dengan pondasi yang mulai keropos dan berpotensi membahayakan pengguna jalan.
Jembatan tersebut memiliki peran vital sebagai jalur penghubung aktivitas warga, khususnya dalam mendukung distribusi hasil pertanian dan perkebunan. Kerusakan yang terjadi membuat masyarakat diliputi rasa khawatir setiap kali melintasinya, terutama saat membawa hasil panen atau menggunakan kendaraan bermuatan berat.
Kepala Dusun III Sido Rukun, Bapak Sembiring, menjelaskan bahwa jembatan tersebut awalnya dibangun melalui swadaya masyarakat. Pada tahun 2017, jembatan sempat direhabilitasi menggunakan dana desa dengan anggaran sebesar Rp 44.593.800. Namun sejak saat itu, belum ada perbaikan lanjutan meskipun kondisi struktur jembatan terus mengalami penurunan.

Menurutnya, kondisi akses yang buruk sangat berdampak terhadap perekonomian warga. Potensi hasil bumi di wilayah tersebut cukup melimpah, namun keterbatasan infrastruktur membuat proses distribusi menjadi terhambat dan berisiko.
Selain sebagai jalur transportasi warga, kawasan Dusun III Sido Rukun juga memiliki potensi wisata lokal, salah satunya Kolam Pancing Penyebrangan yang kerap dikunjungi masyarakat sekitar, serta kolam mandi anak-anak yang menjadi sarana rekreasi keluarga. Keberadaan objek tersebut seharusnya mampu menjadi sumber pendapatan tambahan bagi warga apabila didukung oleh infrastruktur yang memadai.
Warga berharap pemerintah desa maupun instansi terkait dapat segera mengambil langkah konkret untuk melakukan renovasi jembatan demi keselamatan dan kelancaran aktivitas masyarakat. Perbaikan jembatan dinilai mendesak agar akses ekonomi dan potensi wisata desa dapat berkembang secara optimal.
Kontributor/Wartawan: Andrian













