DARI REDAKSI
SALIRA TV MEMBUKA KERJA SAMA KONTRIBUTOR BERITA ADVERTORIAL – PELUANG MENJADI WARTAWAN FREELANCE “MEREKAM INDONESIA”. UNTUK INFORMASI LEBIH LENGKAP, HUBUNGI WHATSAPP CENTER SALIRA TV DI 0838-9640-3437.

Wujud Empati Bencana, Kapolres Tasikmalaya Kota Ajak Warga Sambut Tahun Baru Tanpa Petasan

SALIRA TV | KOTA TASIKMALAYA – Kapolres Tasikmalaya Kota AKBP Moh. Faruk Rozi mengimbau masyarakat untuk menyambut pergantian Tahun Baru dengan cara yang lebih sederhana, penuh makna, serta mengedepankan empati terhadap para korban bencana alam yang saat ini masih melanda sejumlah wilayah di Indonesia.

Imbauan tersebut disampaikan sebagai bentuk kepedulian sosial sekaligus ajakan untuk menjadikan momen akhir tahun sebagai waktu refleksi dan penguatan solidaritas antarsesama. Kapolres menekankan bahwa perayaan Tahun Baru tidak harus dilakukan dengan kemeriahan berlebihan, melainkan dapat diisi dengan doa, kegiatan sosial, dan aksi kemanusiaan.

“Di saat banyak saudara kita sedang menghadapi musibah bencana, sudah sepantasnya kita menunjukkan empati dan kepedulian. Pergantian tahun sebaiknya dimaknai dengan doa bersama dan kegiatan yang bermanfaat,” ujar AKBP Moh. Faruk Rozi saat ditemui pada Kamis, 25 Desember 2025.

Dalam kesempatan tersebut, Kapolres Tasikmalaya Kota juga secara khusus mengajak masyarakat untuk tidak menyalakan kembang api maupun petasan pada malam pergantian Tahun Baru. Selain berpotensi membahayakan keselamatan, penggunaan petasan dinilai kurang mencerminkan rasa empati di tengah situasi duka yang masih dirasakan para korban bencana.

Ia turut mengingatkan agar masyarakat menghindari aktivitas perayaan yang dapat mengganggu ketertiban umum, seperti konvoi berlebihan dan kegiatan yang tidak memberikan nilai positif bagi lingkungan sekitar.

“Mari kita sambut Tahun Baru dengan kesederhanaan, memperbanyak doa demi keselamatan bangsa, serta menumbuhkan kepedulian sosial bagi sesama yang membutuhkan, tanpa kembang api dan tanpa euforia berlebihan,” tambahnya.

Sebelumnya, Kapolri Jenderal Listyo Sigit Prabowo juga menegaskan bahwa kepolisian tidak merekomendasikan adanya pesta kembang api pada malam puncak pergantian Tahun Baru 2026. Kebijakan tersebut diambil sebagai bentuk empati nasional terhadap para korban bencana, khususnya di wilayah Sumatra dan daerah lainnya yang terdampak.

Kontributor/Wartawan: Heri Heryanto

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *