SALIRA TV | KAB. KARIMUN – Isu pengelolaan parkir di Kabupaten Karimun, khususnya di kawasan Pelabuhan Domestik BBC, kembali menjadi perhatian publik. Hingga liputan ini dilakukan pada Selasa, 12 Januari 2026, persoalan tersebut terus disorot berbagai media dan kerap disuarakan oleh sejumlah anggota DPRD Kabupaten Karimun.
Sorotan tajam hampir setiap hari diarahkan kepada PT MPK sebagai salah satu pengelola lahan parkir. Berbagai pemberitaan menyoroti dugaan belum optimalnya kepatuhan terhadap regulasi, mekanisme pungutan parkir, hingga kondisi sarana dan prasarana yang dinilai belum memadai.
Namun, berdasarkan hasil penelusuran tim media di lapangan, pengelolaan parkir di Karimun tidak hanya melibatkan PT MPK. Terdapat pula PT MSM Tiga Matra Satria yang tercatat mengelola sebanyak 51 titik lahan parkir. Nilai investasi perusahaan tersebut dilaporkan mencapai Rp5,5 miliar, dengan modal awal sekitar Rp2,2 miliar.
Kondisi ini memunculkan pertanyaan di tengah masyarakat. Para pemangku kepentingan, khususnya anggota DPRD yang selama ini lantang menyerukan kepatuhan terhadap peraturan perundang-undangan, dinilai hanya fokus mengkritik PT MPK. Sementara itu, pengelolaan parkir oleh PT MSM nyaris tidak tersentuh kritik terbuka. Situasi ini menimbulkan tanda tanya besar di ruang publik.
Selain itu, persoalan fasilitas parkir juga menjadi keluhan warga. Di kawasan Pelabuhan KPK yang dikelola oleh PT Pelabuhan, hingga kini belum tersedia atap pelindung kendaraan untuk melindungi dari hujan. Tidak hanya itu, laporan kehilangan helm saat parkir juga masih sering terjadi.
“Kenapa hal-hal seperti ini tidak turut disuarakan?” demikian keluhan yang kerap disampaikan warga serta Sahabat yang peduli terhadap iklim investasi di Karimun. Mereka berharap kritik yang disampaikan bersifat adil dan menyeluruh, tanpa menimbulkan persepsi adanya kepentingan tertentu.
Masyarakat pun mengingatkan agar kritik terhadap pengelolaan parkir tidak berkembang menjadi isu politis yang dapat ditafsirkan sebagai upaya menghambat ruang investasi, khususnya bagi PT MPK, di Kabupaten Karimun.
Kontributor/Wartawan: Edward Simanjuntak













