SALIRA TV | KOTA TASIKMALAYA, JAWA BARAT – Nasib Karyawan SPPG Kota Tasikmalaya kini berada dalam ketidakpastian. Dapur MBG Nagarasari 3 Cipedes yang selama ini menjadi sumber penghasilan mereka ditutup sementara akibat proses pergantian yayasan pengelola yang belum rampung. Peristiwa ini terungkap dalam liputan pada Minggu, 1 Maret 2026.
Puluhan pekerja SPPG atau Satuan Pelayanan Pemeliharaan Gizi terdampak langsung oleh kebijakan tersebut. Mereka berharap dapur program Makanan Bergizi Gratis atau MBG dapat segera kembali beroperasi.
Harapan Karyawan SPPG Kota Tasikmalaya
Ibu Lian, perwakilan karyawan, menyampaikan harapan agar operasional dapur segera berjalan normal kembali. Ia menegaskan bahwa sebelumnya kegiatan distribusi makanan berlangsung lancar dan tidak menimbulkan keluhan dari sekolah penerima manfaat.
“Kami berharap kepada pemerintah, khususnya Bapak Prabowo, agar dapur ini segera running kembali. Kemarin operasional kami berjalan lancar, sekolah pun tidak ada keluhan,” ujar Ibu Lian dengan nada penuh harap.

Dampak Ekonomi yang Signifikan
Penutupan Dapur MBG Nagarasari membawa konsekuensi ekonomi bagi para pekerja. Sebagian besar karyawan merupakan tulang punggung keluarga. Bahkan, tidak sedikit di antaranya berstatus janda yang mengandalkan penghasilan dari dapur tersebut untuk kebutuhan sehari-hari dan biaya pendidikan anak.
“Ini sumber penghasilan kami, para ibu-ibu di sini. Terutama mereka yang menjadi tulang punggung keluarga, seperti para janda. Mereka punya anak sekolah dan sangat berharap dapur ini segera dibuka kembali,” tambah Ibu Lian.
Kendala Administratif Pergantian Yayasan
Sementara itu, Ibu Nia selaku mitra pengelola Dapur MBG Nagarasari 3 menjelaskan bahwa penutupan terjadi karena proses negosiasi pergantian yayasan belum mencapai kesepakatan.




















