SALIRA TV | KAB. LANGKAT, SUMATERA UTARA – Antrean BBM di Binjai dan Langkat menjadi perhatian masyarakat setelah kendaraan mengular hingga lebih dari satu kilometer di sejumlah Stasiun Pengisian Bahan Bakar Umum (SPBU). Peristiwa yang terjadi pada Selasa, 14 Juli 2026, ini menyebabkan aktivitas warga terganggu dan memicu kemacetan di sejumlah ruas jalan.
Sejak pagi hari, ratusan kendaraan telah memadati area SPBU. Antrean didominasi truk angkutan barang, mobil pribadi, hingga sepeda motor yang datang untuk mendapatkan bahan bakar. Kepadatan tidak hanya terjadi di dalam lokasi SPBU, tetapi juga meluas hingga ke bahu jalan dan sebagian badan jalan utama.
Kemacetan Meningkat Akibat Antrean Kendaraan
Panjang antrean kendaraan berdampak langsung terhadap arus lalu lintas di sekitar lokasi. Ruas jalan yang biasanya dapat dilalui dua arah menjadi menyempit karena dipenuhi kendaraan yang menunggu giliran mengisi BBM.
Kondisi tersebut mengakibatkan kemacetan cukup panjang, terutama pada jam sibuk pagi maupun sore hari. Pengguna jalan yang melintas harus memperlambat laju kendaraan karena sebagian badan jalan digunakan sebagai jalur antrean.

Warga Rela Menunggu Berjam-Jam
Masyarakat mengaku kondisi ini bukan pertama kali terjadi. Dalam beberapa hari terakhir, mereka harus menghabiskan waktu berjam-jam hanya untuk memperoleh bahan bakar.
Salah seorang pengemudi ojek online di Binjai, Rudi, mengaku aktivitasnya terganggu akibat antrean panjang tersebut.
“Ini sudah hari ketiga saya ngantri seperti ini. Mau berangkat kerja jadi telat terus karena harus nunggu 3 sampai 4 jam. BBM sekarang susah sekali didapat,” ujar Rudi.
Keluhan serupa juga disampaikan para pengemudi truk. Mereka mengaku distribusi barang menjadi terlambat karena harus mengantre terlebih dahulu sebelum melanjutkan perjalanan.









