SALIRA TV | KAB. BULUNGAN, KALIMANTAN UTARA – Pemerintah Provinsi Kalimantan Utara terus mengupayakan penambahan kuota bantuan pemasangan listrik bagi masyarakat kurang mampu pada tahun mendatang. Langkah ini dilakukan untuk memperluas akses energi listrik, khususnya bagi rumah tangga yang hingga kini belum memiliki sambungan listrik sendiri.
Melalui Dinas Energi dan Sumber Daya Mineral atau ESDM, Pemprov Kaltara terus menjalin komunikasi dengan pemerintah pusat agar alokasi Bantuan Pasang Baru Listrik (BPBL) dapat ditingkatkan. Upaya tersebut dinilai penting mengingat kebutuhan masyarakat masih cukup besar, sementara kemampuan anggaran daerah belum mampu menjangkau seluruh calon penerima bantuan.
Kepala Dinas ESDM Kaltara, Dr. Ferdy Manurun Tanduklangi, S.E., M.Si., melalui Kepala Bidang Ketenagalistrikan, Abdul Muis, menyampaikan bahwa pemerintah daerah terus memperjuangkan tambahan kuota bantuan tersebut.
“Kuotanya berbeda setiap tahun tergantung anggaran pemerintah pusat. Namun, kami terus melobi karena kebutuhan masyarakat di Kalimantan Utara masih cukup besar,” ujar Abdul Muis.
Ia menjelaskan, selama ini Kalimantan Utara telah memperoleh perhatian yang cukup baik dari pemerintah pusat dalam pembagian alokasi BPBL. Meski demikian, penambahan jumlah penerima tetap menjadi harapan pemerintah daerah agar semakin banyak masyarakat yang bisa menikmati fasilitas listrik.
“Alhamdulillah, selama ini Kaltara mendapat perhatian yang cukup baik,” katanya.
Kuota Bantuan Listrik Kaltara Mulai Direalisasikan
Pada tahun 2026, sekitar 2.000 sambungan rumah telah mulai direalisasikan secara bertahap di sejumlah wilayah Kalimantan Utara. Program ini menyasar masyarakat berpenghasilan rendah yang membutuhkan akses listrik, sehingga mereka tidak harus menanggung sendiri biaya pemasangan sambungan baru.
Dalam pelaksanaannya, pemerintah provinsi juga melakukan pemantauan terhadap sejumlah kendala yang muncul di lapangan. Salah satu persoalan yang menjadi perhatian berada di Kabupaten Tana Tidung, yakni terkait permasalahan lahan yang masih dalam proses penyelesaian.
Pemerintah daerah berharap berbagai hambatan tersebut dapat segera ditangani agar pelaksanaan program bantuan listrik berjalan sesuai dengan rencana.
ESDM Kaltara Perjuangkan Tambahan Kuota Tahun Depan
Abdul Muis menegaskan, upaya untuk mendapatkan tambahan kuota BPBL akan terus dilakukan. Sebab, keberadaan listrik memiliki peran penting dalam menunjang kehidupan masyarakat, baik untuk kebutuhan rumah tangga maupun berbagai sektor lainnya.
Akses listrik juga memberikan dukungan terhadap kegiatan pendidikan, pelayanan kesehatan, serta pengembangan perekonomian masyarakat.
“Kami terus berupaya agar tahun depan bantuan listrik gratis tetap berjalan dan kuotanya bisa lebih besar,” ujarnya.
Sementara itu, Pemprov Kaltara berharap pemerintah pusat dapat memberikan dukungan anggaran yang lebih besar agar jangkauan program BPBL semakin luas. Dengan demikian, masyarakat berpenghasilan rendah yang tersebar di lima kabupaten dan kota di Kalimantan Utara memiliki kesempatan lebih besar untuk memperoleh sambungan listrik secara layak.
Sebagaimana diberitakan dalam laporan yang diperbarui pada 28 Oktober 2026, penambahan kuota bantuan listrik menjadi salah satu upaya pemerintah daerah dalam memperluas pemerataan akses energi bagi masyarakat.
Pemprov Kaltara pun berharap program bantuan pemasangan listrik ini dapat terus berlanjut dan menjangkau lebih banyak keluarga yang membutuhkan pada tahun mendatang.
Editor: P. Pirmansyah
















