Di antaranya insentif bagi guru Diniyah Takmiliyah Awaliyah (DTA), guru Taman Pendidikan Al-Qur’an (TPA), imam masjid desa, imam masjid kecamatan, serta para Ketua RT dan RW.
Pemberian insentif ini merupakan bentuk perhatian dan penghargaan pemerintah daerah atas kontribusi mereka dalam menjaga kehidupan sosial dan keagamaan di masyarakat.
Selain itu, turut diserahkan santunan BPJS Ketenagakerjaan kepada ahli waris Ketua RT dan RW yang meninggal dunia. Nilai santunan tersebut mencapai sekitar Rp42 juta untuk setiap ahli waris.
Program BPJS Ketenagakerjaan tersebut diketahui dibayarkan oleh Pemerintah Kabupaten Ciamis sebagai bagian dari perlindungan sosial bagi perangkat lingkungan.
Bupati Soroti Digitalisasi Dan Kekerasan Anak
Pada kesempatan yang sama, Bupati Herdiat juga menyoroti pesatnya perkembangan digitalisasi yang kini telah menjangkau hingga wilayah pedesaan.
Menurutnya, penggunaan telepon genggam hampir dimiliki oleh setiap individu. Oleh karena itu, ia mengingatkan para orang tua agar lebih aktif mengawasi anak-anak dalam menggunakan teknologi digital.
Selain isu digitalisasi, Bupati juga menyinggung persoalan kekerasan terhadap perempuan dan anak yang masih terjadi di Kabupaten Ciamis.
Berdasarkan data tahun 2024, tercatat sekitar 85 kasus kekerasan yang meliputi kekerasan seksual, penganiayaan, hingga perundungan.
Peran Bersama Lindungi Anak
Bupati menegaskan bahwa kekerasan terhadap anak merupakan persoalan serius yang membutuhkan perhatian seluruh pihak.
Ia pun mengajak orang tua, guru, tokoh masyarakat, serta pemerintah untuk bersama-sama meningkatkan kepedulian dan pengawasan terhadap anak-anak.
Melalui kegiatan Safari Ramadan Ciamis ini, diharapkan hubungan antara pemerintah daerah dan masyarakat semakin erat serta memperkuat kebersamaan dalam membangun Tatar Galuh Ciamis yang religius, aman, dan sejahtera.









