Menu ✖

Otomatis

Berita

Transisi Energi Bersih, ESDM Kaltara Perkuat Infrastruktur Listrik

badge-check

Transisi Energi Bersih, ESDM Kaltara Perkuat Infrastruktur Listrik Perbesar

SALIRA TV | KAB. BULUNGAN, KALIMANTAN UTARA – Pemerintah Provinsi Kalimantan Utara terus mendorong kesiapan sistem kelistrikan sebagai bagian dari upaya mewujudkan transisi energi bersih. Langkah ini menjadi perhatian Dinas Energi dan Sumber Daya Mineral (ESDM) Kaltara, terutama dalam menjaga kestabilan pasokan listrik sekaligus meningkatkan efisiensi pemanfaatan energi.

Kepala Dinas ESDM Kaltara, Dr. Ferdy Manurun Tanduklangi, S.E., M.Si., menegaskan bahwa pengembangan energi terbarukan harus berjalan seiring dengan kesiapan infrastruktur pendukung. Hal tersebut diperlukan agar perubahan menuju penggunaan energi yang lebih ramah lingkungan tidak mengganggu pelayanan kelistrikan kepada masyarakat.

Dalam keterangannya di Tanjung Selor, Rabu, 30 September 2026, Ferdy menyampaikan bahwa pengembangan energi terbarukan perlu mempertimbangkan berbagai aspek teknis dan kondisi nyata di lapangan.

“Pengembangan energi terbarukan memang menjadi arah masa depan kita. Namun, kita juga harus realistis mengukur sejauh mana kesiapan infrastruktur, efisiensi penarikan daya, hingga mitigasi risiko darurat saat terjadi gangguan pasokan atau bencana alam,” ujar Ferdy di Tanjung Selor, Rabu (30/9).

ESDM Kaltara Perhatikan Keandalan Pasokan Listrik

Menurut Ferdy, transisi energi bersih tidak cukup hanya dilakukan dengan menambah kapasitas maupun sumber energi terbarukan. Kualitas dan keandalan sistem kelistrikan yang telah beroperasi juga harus tetap dijaga.

Dengan demikian, pengembangan energi baru dapat berlangsung tanpa mengabaikan kebutuhan masyarakat terhadap pasokan listrik yang stabil. Kesiapan jaringan, efisiensi distribusi daya, serta kemampuan menghadapi gangguan menjadi bagian penting dalam proses tersebut.

Selain penguatan infrastruktur, konservasi energi juga menjadi perhatian pemerintah daerah. Masyarakat perlu mendapatkan pemahaman mengenai pentingnya menggunakan listrik secara hemat dan sesuai kebutuhan.

“Selain memberikan insentif dan dukungan bagi proyek-proyek energi bersih, aspek konservasi energi serta edukasi kesadaran masyarakat masih menjadi pekerjaan rumah yang masif,” tuturnya.

Ferdy menjelaskan, penghematan energi bukan hanya berkaitan dengan penurunan penggunaan listrik. Lebih dari itu, kebiasaan tersebut merupakan salah satu bentuk pengelolaan sumber daya energi agar dapat dimanfaatkan secara berkelanjutan.

Mitigasi Gangguan dan Pengawasan Kelistrikan Diperkuat

Di samping efisiensi energi, pengawasan terhadap penyediaan tenaga listrik juga perlu dilakukan secara konsisten. Beberapa aspek yang menjadi perhatian mencakup pengukuran kinerja kelistrikan, penanganan pengaduan pelanggan, hingga penyusunan langkah antisipasi ketika terjadi gangguan operasional.

“Fungsi pengawasan yang mencakup pengukuran, penanganan keluhan pelanggan, hingga penyusunan rencana kesiagaan darurat (contingency plan) terhadap kegagalan peralatan atau faktor cuaca ekstrem menjadi tolok ukur akuntabilitas pelayanan publik,” katanya.

Tantangan tersebut semakin penting mengingat Kalimantan Utara memiliki wilayah geografis yang luas. Sejumlah daerah juga masih menghadapi keterbatasan akses, sehingga penanganan gangguan kelistrikan membutuhkan perencanaan yang matang.

Kerusakan peralatan, perubahan cuaca ekstrem, serta berbagai kemungkinan gangguan lainnya perlu diantisipasi melalui sistem mitigasi yang terarah. Karena itu, koordinasi antara pemerintah daerah, perusahaan penyedia tenaga listrik, dan instansi terkait harus terus ditingkatkan.

Sinergi lintas sektor diharapkan mampu membantu mengidentifikasi potensi kerawanan sejak dini. Dengan langkah tersebut, dampak gangguan terhadap pelayanan listrik kepada masyarakat dapat diminimalkan.

Transisi Energi Bersih Harus Berjalan Berkelanjutan

Ferdy menekankan bahwa perubahan menuju energi hijau harus tetap memperhatikan kepentingan masyarakat sebagai pengguna listrik. Ketersediaan energi yang andal menjadi kebutuhan utama yang tidak boleh terabaikan selama proses transisi berlangsung.

“Kami tidak ingin transisi energi hijau mengabaikan keandalan pasokan yang ada saat ini. Sinergi, mitigasi darurat, dan edukasi efisiensi energi kepada masyarakat harus berjalan seiring agar kedaulatan energi di Kaltara benar-benar dirasakan secara adil dan berkelanjutan,” pungkasnya.

Melalui penguatan infrastruktur, peningkatan efisiensi, serta kesiapan menghadapi berbagai potensi gangguan, transisi energi bersih di Kalimantan Utara diharapkan dapat berjalan lebih terencana.

Upaya tersebut sekaligus menjadi bagian dari pembangunan sistem kelistrikan yang tangguh, sehingga mampu memenuhi kebutuhan masyarakat dan mendukung pertumbuhan daerah dalam jangka panjang.

Editor: P. Pirmansyah

Read More

Penertiban Bangunan Liar Pasirlayung Bandung Mulai Dilakukan

29 Oct 2026 - 21:42 WIB

Penertiban Bangunan Liar Pasirlayung Bandung Mulai Dilakukan

Herdiat Ajak Pemuda Ciamis Patriotik, Gigih, dan Berempati

29 Oct 2026 - 21:00 WIB

Herdiat Ajak Pemuda Ciamis Patriotik, Gigih, dan Berempati

Demo Tolak Karaoke di Tasikmalaya Libatkan Anak-Anak

27 Oct 2026 - 10:42 WIB

Demo Tolak Karaoke di Tasikmalaya Libatkan Anak-Anak

Putra Kujang Mandiri, Pusat Grosir Buah di Tasikmalaya

26 Oct 2026 - 10:14 WIB

Putra Kujang Mandiri, Pusat Grosir Buah di Tasikmalaya
Trending on Berita