Selain itu, kegiatan juga mencakup agenda buka puasa bersama atau iftar Ramadan hingga acara penutupan.
Ketua Panitia Udjo Ngabuburit, Budi Harja, dalam sambutannya menyampaikan bahwa kegiatan ini menjadi wadah silaturahmi sekaligus sarana mendorong pertumbuhan ekonomi warga.
Ia menyampaikan bahwa kegiatan tersebut tidak hanya berfokus pada aktivitas jual beli, tetapi juga bertujuan memajukan ekonomi masyarakat, mengangkat produk lokal, serta mempererat hubungan sosial antarwarga. Ia juga berharap produk unggulan dari Pasirlayung semakin dikenal luas dan mendapat dukungan masyarakat.
Perwakilan Saung Angklung Udjo, Kang Teo, turut mengapresiasi partisipasi masyarakat dalam kegiatan tersebut. Ia menyampaikan bahwa komunitas Layung Wanoja awalnya terbentuk secara tidak sengaja, ketika warga yang sering mendengar suara latihan angklung akhirnya diajak untuk belajar memainkan alat musik tradisional tersebut.
Ia juga berharap kegiatan Udjo Ngabuburit dapat berkembang lebih besar ke depannya, melibatkan lebih banyak wilayah, serta menjadi pusat kegiatan ngabuburit bagi masyarakat Kota Bandung bahkan lebih luas lagi.
Sementara itu, Kasi Kesejahteraan Sosial Kelurahan Pasirlayung Rafiyani Dewi Restiati menyampaikan bahwa kegiatan ini merupakan wujud dari cita-cita pemerintah kelurahan agar Saung Angklung Udjo semakin dekat dengan masyarakat.
Ia menjelaskan bahwa gagasan tersebut telah muncul sejak masa kepemimpinan lurah sebelumnya, dan pada tahun 2026 akhirnya dapat terwujud berkat dukungan berbagai pihak.
Ketua RW 06 Agus juga mengungkapkan rasa bangganya terhadap antusias masyarakat. Ia berharap kegiatan Udjo Ngabuburit dapat terus berlanjut dari tahun ke tahun serta membawa manfaat dan keberkahan bagi seluruh warga.















