SALIRA TV | TANJUNG SELOR, KALIMANTAN UTARA – Pemerintah Provinsi Kalimantan Utara kembali menunjukkan komitmennya dalam mempercepat pemerataan pembangunan dan pelayanan dasar bagi masyarakat, khususnya di sektor ketenagalistrikan. Berkat koordinasi dan komunikasi intensif dengan Pemerintah Pusat, Provinsi Kalimantan Utara berhasil memperoleh dukungan program kelistrikan senilai Rp471 miliar dari Kementerian Energi dan Sumber Daya Mineral (ESDM).
Gubernur Kalimantan Utara, Dr. H. Zainal A. Paliwang, SH, M.Hum., menginstruksikan Kepala Dinas Energi dan Sumber Daya Mineral Provinsi Kalimantan Utara, Dr. Ferdy Manurun Tanduklangi, SE, M.Si., yang baru dilantik pada pertengahan Juni 2026, untuk segera mengambil langkah strategis dalam menyelesaikan permasalahan kelistrikan yang masih dihadapi masyarakat Kalimantan Utara.

Saat ini masih terdapat sekitar 7.956 Kepala Keluarga (KK) yang belum menikmati listrik dan 60 desa yang belum teraliri listrik secara memadai. Menindaklanjuti arahan tersebut, Kepala Dinas ESDM bersama tim bergerak cepat melakukan koordinasi dan presentasi program kepada Direktorat Jenderal Ketenagalistrikan Kementerian ESDM.
Dalam pemaparannya, Dr. Ferdy Manurun Tanduklangi menjelaskan secara komprehensif berbagai peluang, tantangan, hambatan, dan gangguan yang dihadapi Kalimantan Utara sebagai provinsi perbatasan dan wilayah dengan banyak daerah terpencil. Kondisi geografis yang sulit, keterbatasan infrastruktur, serta tingginya biaya pembangunan jaringan listrik menjadi tantangan utama dalam mewujudkan pemerataan energi di seluruh wilayah Kaltara.
Selain menyampaikan berbagai permasalahan yang dihadapi, Dinas ESDM Provinsi Kalimantan Utara juga memaparkan solusi dan strategi percepatan elektrifikasi daerah. Pemerintah Provinsi Kalimantan Utara menargetkan permasalahan kelistrikan di daerah ini dapat dituntaskan secara bertahap dalam kurun waktu tiga tahun ke depan, sehingga seluruh masyarakat dapat menikmati akses listrik yang andal dan berkelanjutan.















