Program Literasi Keuangan yang Terstruktur dan Terintegrasi
Sejak 2015, OJK meluncurkan Gerakan Nasional Literasi Keuangan (GNLK) yang menyasar seluruh lapisan masyarakat. Program ini digelar melalui berbagai kanal, mulai dari media sosial, seminar, workshop, hingga program di sekolah dan desa.
Tersedianya modul edukasi yang mudah dipahami, termasuk materi tentang tabungan, kredit, asuransi, investasi, serta risiko keuangan digital menjadi fokus utama. OJK juga bekerja sama dengan bank, kementerian pendidikan, pemerintah daerah, dan komunitas masyarakat untuk memperluas jangkauan program ini.
Inklusi Keuangan Melalui Digitalisasi dan Agen Keuangan
Selain edukasi, OJK gencar memperluas akses layanan keuangan melalui pengembangan Agen Keuangan Digital dan Layanan Keuangan Tanpa Kantor (Laku Pandai). Program ini menghubungkan masyarakat desa dan terpencil dengan layanan keuangan formal berbasis teknologi digital dan layanan berbasis agen.
Hasilnya, akses ke layanan keuangan di wilayah terpencil meningkat dari sekitar 20% di tahun 2015 menjadi lebih dari 80% di tahun 2022. Banyak masyarakat yang sebelumnya tidak mengenal produk keuangan kini mampu melakukan transaksi, menyimpan dana, serta memperoleh pembiayaan secara einfacher dan aman.
Peningkatan Kesadaran dan Penggunaan Produk Keuangan
Program ini mampu meningkatkan kesadaran masyarakat terhadap pentingnya pengelolaan keuangan dan perlunya berpartisipasi dalam pasar keuangan. Berdasarkan survei nasional, tingkat inklusi keuangan meningkat dari sekitar 33% di tahun 2015 menjadi lebih dari 75% di tahun 2022.
Peningkatan ini turut mendorong pertumbuhan jumlah rekening tabungan, kredit mikro, asuransi, dan investasi yang aktif digunakan masyarakat. Dengan demikian, ekonomi rakyat semakin stabil dan mampu mendukung pemulihan ekonomi nasional.















