Menurut data internal, penerbitan green bonds dan sukuk hijau di Indonesia meningkat pesat, mencapai ratusan triliun rupiah sejak 2019. Hal ini membantu pembangunan berkelanjutan, konservasi sumber daya alam, dan pengurangan jejak karbon nasional.
Tantangan dan Peluang di Masa Depan
Walaupun sudah banyak kemajuan, tantangan utama adalah memperkuat literasi keuangan berkelanjutan di kalangan pelaku industri dan masyarakat, serta memastikan integrasi ESG dalam seluruh praktik bisnis.
OJK tetap berkomitmen meningkatkan kapasitas lembaga keuangan dan pelaku usaha dalam memahami aspek keberlanjutan, serta mengadopsi inovasi teknologi untuk mempercepat transisi menuju ekonomi hijau dan berkeadilan.
Secara keseluruhan, ke depan, kebijakan dan komitmen OJK diarahkan untuk memperkuat ekosistem keuangan yang tidak hanya stabil secara finansial, tetapi juga mampu berkontribusi nyata terhadap pencapaian SDGs dan keberlanjutan Indonesia.
9. Sinergi OJK & Satgas PASTI Memerangi Keuangan Ilegal dan Meminimalisir Kerugian Masyarakat
Seiring dengan pesatnya pertumbuhan industri jasa keuangan di Indonesia, tantangan utama yang harus dihadapi adalah peredaran praktik keuangan ilegal, penipuan, dan kejahatan finansial lainnya. Praktik-praktik tersebut tidak hanya merugikan ekonomi secara makro, tetapi juga berdampak langsung terhadap kerugian masyarakat maupun kepercayaan publik terhadap industri keuangan.
Pembentukan Satgas PASTI dan Peran OJK
Sebagai upaya optimal dalam memberantas kejahatan keuangan, Badan Siber dan Sandi Negara (BSSN), OJK, dan Badan Intelijen Negara membentuk Satgas PASTI (Percepatan Sengketa dan Aspek Tertentu Industri Keuangan). Satgas ini bertugas melakukan penindakan tegas terhadap perusahaan dan oknum yang menyelenggarakan praktik ilegal, baik dalam ranah finansial digital maupun konvensional.















