SALIRA TV | KAB. TASIKMALAYA, JAWA BARAT – Revitalisasi SLB Ciawi mulai dilaksanakan untuk memperbaiki kondisi fasilitas pendidikan yang sebelumnya mengalami kerusakan cukup berat.
Pada Rabu, 23 September 2026, Camat Ciawi, Roni, bersama unsur Muspika melakukan peninjauan langsung ke SLB ABC PGRI Ciawi, Kabupaten Tasikmalaya.
Peninjauan tersebut dilakukan untuk melihat perkembangan program revitalisasi satuan pendidikan yang saat ini tengah berjalan.
Program ini menjadi perhatian penting karena sebelumnya kondisi sejumlah bagian bangunan sekolah cukup memprihatinkan. Meski demikian, kegiatan belajar mengajar tetap berjalan demi memenuhi kebutuhan pendidikan para siswa berkebutuhan khusus.
Revitalisasi SLB Ciawi Dilakukan Secara Swakelola
Camat Ciawi Roni mengatakan, perbaikan bangunan sekolah menjadi kebutuhan penting agar proses pembelajaran dapat berlangsung dalam lingkungan yang lebih layak.
“Kondisinya memang rusak, tapi masih bisa dipakai. Dengan adanya bantuan ini, saya berharap pembelajaran bisa lebih baik lagi karena ini berhubungan dengan anak-anak yang luar biasa. Kalau bangunannya jelek, kasihan anak-anak, jadi harus cepat-cepat diperbaiki,” ujar Roni.
Pelaksanaan revitalisasi dilakukan menggunakan mekanisme swakelola. Selama proses pengerjaan berlangsung, kegiatan belajar mengajar tetap diupayakan berjalan.
Untuk sementara, para siswa dipindahkan ke dua lokasi alternatif. Lokasi tersebut berada di area masjid dan madrasah yang berada di lingkungan sekitar sekolah.
Langkah tersebut dilakukan agar aktivitas pendidikan tetap berjalan selama proses pembangunan dan perbaikan fasilitas sekolah.
Delapan Ruang Mendapat Perbaikan
Sekretaris SLB ABC PGRI Ciawi, Norwanti, menyampaikan rasa syukur atas bantuan revitalisasi yang diterima sekolah pada tahun 2026.
Berdasarkan hasil penilaian pihak terkait, SLB ABC PGRI Ciawi memperoleh alokasi perbaikan untuk delapan lokal ruangan beserta sejumlah fasilitas pendukung.
Adapun pekerjaan revitalisasi mencakup beberapa bagian utama.

Ruang Administrasi hingga Ruang Kelas
Pekerjaan pertama mencakup rehabilitasi satu ruang administrasi atau ADM berikut perabotannya.
Selanjutnya, terdapat rehabilitasi satu ruang Unit Kesehatan Sekolah atau UKS beserta perlengkapannya.
Perbaikan juga dilakukan pada satu ruang keterampilan berikut perabotannya.
Sementara itu, tiga ruang kelas, yakni A3, A4, dan A5, turut mendapatkan rehabilitasi beserta perabotannya.
Selain itu, ruang kelas A1 dan A2 juga masuk dalam program perbaikan. Untuk ruang kelas A2, pekerjaan turut mencakup pembangunan turap atau DPT batu kali.
Program Revitalisasi SLB Ciawi tersebut bersumber dari APBN Tahun Anggaran 2026 melalui Bantuan Pemerintah Program Revitalisasi Satuan Pendidikan.
Total anggaran yang dialokasikan mencapai Rp1.073.735.000. Pelaksanaan pekerjaan dijadwalkan berlangsung selama 160 hari kalender dan dikerjakan oleh Panitia Pembangunan Satuan Pendidikan.
Jadi Harapan Baru bagi Siswa Berkebutuhan Khusus
Saat ini, SLB ABC PGRI Ciawi memiliki sekitar 108 peserta didik dengan beragam kebutuhan khusus.
Para siswa tersebut memiliki kebutuhan layanan pendidikan yang berbeda, mulai dari hambatan penglihatan, pendengaran, intelektual, hingga autisme.
Karena itu, perbaikan fasilitas sekolah diharapkan dapat memberikan lingkungan belajar yang lebih mendukung kebutuhan para peserta didik.
“Manfaatnya tentu sangat luar biasa sekali bagi kami, karena anak-anak kita adalah anak-anak khusus yang memerlukan perhatian ekstra pada aksesibilitasnya,” ungkap sekretaris SLB Nurwanti.
Ia berharap peningkatan fasilitas tersebut dapat diikuti dengan semakin baiknya layanan pendidikan bagi anak berkebutuhan khusus di wilayah Ciawi.
Peningkatan itu diharapkan mencakup mutu pendidikan, ketersediaan fasilitas, serta prestasi yang dapat diraih oleh siswa maupun guru.
Dengan berlangsungnya Revitalisasi SLB Ciawi, perbaikan sarana pendidikan ini diharapkan tidak hanya memperbaiki kondisi bangunan, tetapi juga mendukung terciptanya proses belajar yang lebih nyaman, aman, dan sesuai dengan kebutuhan para siswa.
Reporter: Heri Heryanto
Editor: P. Pirmansyah















