SALIRA TV | KOTA TASIKMALAYA, JAWA BARAT – SMAN 10 Kota Tasikmalaya masih menghadapi keterbatasan ruang kelas baru untuk menunjang kegiatan belajar mengajar. Kondisi tersebut terjadi di tengah tingginya jumlah peserta didik yang diterima pada tahun ajaran baru. Informasi ini disampaikan dalam keterangan resmi kepada wartawan pada Senin, 3 Agustus 2026.
Staf Humas SMAN 10 Kota Tasikmalaya, Aceng Mahdor, S.Pd., menjelaskan bahwa minat masyarakat untuk menyekolahkan anak di SMAN 10 terus meningkat dari tahun ke tahun.
Sekitar 550 Siswa Baru Terbagi dalam 12 Rombongan Belajar
Pada proses penerimaan peserta didik baru, sekolah mencatat sekitar 550 siswa berhasil diterima. Seluruh peserta didik tersebut kemudian dibagi ke dalam 12 rombongan belajar dengan jumlah siswa yang disesuaikan berdasarkan kapasitas ruangan.
“Alhamdulillah, bersama saya Aceng Mahdor, Staf Humas. Kemarin siswa yang terdaftar ada sekitar 550-an yang terbagi dalam 12 rombel,” ujar Aceng.
Setiap rombongan belajar diisi sekitar 42 hingga 46 siswa sehingga proses pembelajaran tetap dapat berlangsung sesuai kondisi ruang yang tersedia.

Aula dan Laboratorium Dimanfaatkan Sebagai Ruang Belajar
Keterbatasan ruang kelas membuat pihak sekolah harus mengoptimalkan fasilitas yang ada. Salah satu langkah yang dilakukan ialah membagi aula menjadi dua ruang belajar sementara. Selain itu, laboratorium juga difungsikan sebagai ruang kelas agar seluruh siswa tetap dapat mengikuti kegiatan belajar mengajar.
“Kami belum memiliki kelas yang sesungguhnya representatif karena kami masih memanfaatkan aula yang disekat jadi dua untuk dijadikan kelas, dan ada laboratorium juga yang difungsikan sementara untuk kelas. Jadi memang masih kekurangan,” ungkap Aceng.















