Ia menilai perkembangan ekonomi dan transformasi digital pada tahun 2026 harus tetap diimbangi dengan perhatian terhadap kelompok masyarakat yang masih membutuhkan bantuan.
“PWRI, sebagai wadah para insan pers yang telah puluhan tahun berkontribusi pada negara, merasa memiliki tanggung jawab moral untuk terus mengawal nilai-nilai ini. Kami mengajak para pemuda, mari kita turun ke masyarakat. Bantu yang lemah, jaga persatuan, dan jangan biarkan ego kelompok merusak tatanan kota resik yang kita cintai ini,” tegasnya.
Aksi Nyata Dinilai Lebih Bermakna Dari Retorika
Suasana kebersamaan terlihat saat para anggota senior PWRI berbaur dengan generasi muda yang membawa perlengkapan penghijauan.
Langkah tersebut dinilai menjadi contoh positif di tengah kejenuhan masyarakat terhadap berbagai bentuk retorika yang minim implementasi.
Kehadiran tokoh masyarakat, organisasi kemasyarakatan, hingga unsur aparat keamanan dalam satu kegiatan bersama juga menunjukkan kuatnya semangat persatuan di Kota Tasikmalaya.
Harapan Untuk Masa Depan Kota Tasikmalaya
Momentum Hari Lahir Pancasila 2026 diharapkan tidak berhenti sebagai agenda tahunan semata.
PWRI Kota Tasikmalaya berharap sinergi lintas elemen dapat terus terbangun melalui kegiatan yang berdampak langsung terhadap lingkungan dan kesejahteraan masyarakat.
“Mari kita jadikan bumi Tasikmalaya ini saksi, bahwa Pancasila hidup di dalam urat nadi warganya. Selamat Hari Lahir Pancasila 1 Juni 2026. Merdeka!” pungkasnya disambut pekikan semangat dari seluruh peserta yang hadir.
Reporter: Heri Heryanto
Editor: P. Pirmansyah















